TUGAS PORTOFOLIO
Satuan
Pendidikan
|
: MA NU Hasyim Asy'ari 1 Kudus
|
Mata
Pelajaran
|
: Sejarah Peminatan
|
Kelas
|
: X IPS
|
Nama siswa
|
: ..........................................
|
Tanggal Penilaian
|
: 21
September 2019
|
Semester
|
: Ganjil
|
Tahun Ajaran
|
:
2019/2020
|
Kelompok
|
: (B)
|
Anggota
|
|
1. Muhammad Fahmin Najib
|
|
2. Nandhito Putra Pratama
|
|
3. Rafly Arya Nanda Pratama
|
|
4. Slamet Rifai
|
Kompetensi dasar
4.2 Menyajikan hasil telaah tentang sejarah
sebagai ilmu, peristiwa, kisah dan seni dalam bentuk tulisan
dan/atau media lain
Indikator
4.2.1. Sejarah
sebagai Seni
Jenis Portofolio :
Individual dengan input dan
bantuan kelompok kooperatif
Tujuan Portofolio :
Memantau perkembangan kemampuan,
keterampilan, dan komunikasi
Rubrik Penilaian
Tugas
1. Kata Pengantar (paling sedikit 5 baris)
2. Pengertian "Sejarah" (tulis dua pendapat ahli
sebagai perbandingan)
3. Penjelasan "Sejarah sebagai Seni" (paling
sedikit 15 baris)
4. Kesimpulan pendapat individu "Sejarah sebagai Seni"
(paling sedikit 3 baris)
5. Kemukakan bukti "Sejarah sebagai Seni" (foto
atau gambar bersama buku atau objek sejarah sebagai Ilmu)
6. Foto bersama Anggota Kelompok (dengan caption nama anggota
kelompok)
7. Tulis Referensi tugas
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada kehadirat Allah SWT.yang maha pengasih dan maha penyanyang, yang telah memberikan kita kenikmatan berupa pengetahuan
Shalawat dan salam kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.yang pada zaman jahiliyah sampai sekarang zaman islamiyah dan semoga kita mendapatkan syafaat beliau di akhirat nanti, Amin ya rabbal Alamin.
Saya akan memberitahukan sejarah sebagai seni
PENGERTIAN SEJARAH
Pendapat pertama
1. Muhammad Yamin
Muhamad Yamin mendefinisikan sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
Pendapat kedua
2. Mohammad Hatta
Dalam pandangan Muhamad Hatta sejarah bukan melahirkan cerita dari kejadian masa lalu, melainkan memberikan pengertian masa lalu sebagai masalah-masalah.
SEJARAH SEBAGAI SENI
- Pengertian sejarah sebagai seni
Sejarah sebagai seni memiliki maksud sebagai suatu kemampuan menulis yang baik dan juga menarik mengenai suatu kisah atau peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Jadi, sebenarnya istilah ini sangatlah melekat pada seorang yang berprofesi seni sejarawan di mana mereka sering kali menceritakan kisah-kisah sejarah.
Dan dalam menulis kisah sejarah tersebut tentunya seorang sejarawan tidak sembarangan agar tulisan yang ia buat menjadi menarik untuk di baca. Oleh karena itu, seni dibutuhkan dalam penulisan karya sejarah. Hal ini karena apabila hanya mementingkan data-data maka akan sangat kaku dan pembaca pun akan cepat bosan.
- Ciri-ciri sejarah sebagai seni
Sejarah sebagai seni adalah kemampuan seorang sejarawan dalam menulis dimana dalam kemampuan ini memiliki beberapa ciri. Perlu anda ketahui bahwa ada empat ciri yang terdapat dalam sejarah sebagai seni. Apa sajakah itu?
Berikut ini merupakan penjelasan selengkapnya mengenai ciri-ciri sejarah sebagai seni:
- Intuisi, yaitu kemampuan dalam mengetahui atau memahami sesuatu secara langsung mengenai sebuah topik yang di teliti.
- Emosi, yaitu luapan perasaan yang berkembang dan masuk ke dalam penulisan tersebut.
- Gaya bahasa, yaitu cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan.
- Imajinasi yaitu saya pikiran untuk mengembangkan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.
Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah sebagai seni dan penjelasannya yang dapat saya sampaikan dalam artikel yang berhasil saya buat pada kesempatan kali ini. Terima kasih, karena sobat telah meluangkan waktu sejenak untuk sekedar membaca artikel yang saya buat ini.
PENDAPAT PRIBADI
SEJARAH SEBAGAI SENI
Sejarah sebagai seni merupakan suatu kemampuan menulis yang baik dan menarik mengenai suatu kisah/ peristiwa di masa lalu. Seni dibutuhkan dalam penulisan karya sejarah karena Jika hanya mementingkan data-data maka akan sangat kaku dalam berkisah. Tetapi jika terlalu mementingkan aspek seni maka akan menjadi kehilangan fakta yang harus diungkap. Sehingga seni dibutuhkan untuk memperindah penuturan/ pengisahan suatu cerita. Seperti seni, sejarah juga membutuhkan intuisi, imajinasi, emosi dan gaya bahasa. Seorang sejarawan sebaiknya mampu mengkombinasikan antara pengisahan (yang mementingkan detail dan fakta-fakta) dengan kemampuannya memanfaatkan intuisi dan imajinasinya sehingga dapat menyajikan peristiwa yang objektif, lancar, dan mengalir.
Ciri sejarah sebagai seni, terdapat :
Intuisi: Intuisi merupakan kemampuan mengetahui dan memahami sesuatu secara langsung mengenai suatu topik yang sedang diteliti. Dalam penelitian untuk menentukan sesuatu sejarawan membutuhkan intuisi dan untuk mendapatkannya ia harus bekerja keras dengan data yang ada. Seorang sejarawan harus tetap ingat akan data-datanya, harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang terjadi sesudahnya. Berbeda dengan seorang seniman jika ingin menulis mungkin ia akan berjalan-jalan sambil menunggu ilham sebelum melanjutkan proses kreatifnya.
Emosi: Emosi merupakan luapan perasaan yang berkembang. Emosi diperlukan guna mewariskan nilai-nilai tertentu asalkan penulisan itu tetap setia pada fakta. Dengan melibatkan emosi, mengajak pembaca seakan-akan hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa itu.
Gaya Bahasa: Gaya bahasa merupakan cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Gaya bahasa diperlukan sejarawan guna menuliskan sebuah peristiwa. Gaya bahasa yang baik yaitu yang dapat menggambarkan detail-detail sejarah secara lugas dan tidak berbelit-belit.
Imajinasi: Imajinasi merupakan daya pikiran untuk membayangkan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang (khayalan). Imajinasi diperlukan sejarawan untuk membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, serta apa yang akan terjadi.
BUKTI SEJARAH SEBAGAI SENI
(FOTO BERSAMA OBJEK)
FOTO BERSAMA ANGGOTA KELOMPOK
|
|
|
|
REFERENSI
1.https://ilmuseni.com/dasar-seni/sejarah-sebagai-seni
2.http://www.donisetyawan.com/sejarah-sebagai-seni/
2.http://www.donisetyawan.com/sejarah-sebagai-seni/




Posting Komentar
0 Komentar